Thursday, June 6, 2013

0 Otak kita berubah saat kita berdoa

Setelah berusaha sampai mati-matian, akhirnya admin dapat kembali ke blog ini.. Suatu usaha yang luar biasa, admin memang sibuk banget akhir-akhir ini sobat, maaf. Bukannya sok sibuk atau apa, tapi mencari waktu luang emang gak semudah dulu lagi, hal tersebut dikarenakan ada perubahan system kerja di tempat kerja regular. Terimakasih apresiasi sobat JTIE terhadap blog ini, semoga saia lebih punya waktu luang di kemudian hari.

Baiklah, kali ini kita saia pengen menyampaikan tulisan seperti biasa jiwanya blog ini, bacaan santai saja. Mengenai sebuah penelitian medis baru-baru ini yang mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa atau meditasi. Penelitian ini sebenarnya bersifat umum, namun lebih ditekankan pada faktor spiritual dari kehidupan manusia, yang intinya bahwa "kita butuh berdoa".
CT scan otak saat berdoa

Baiklah, menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya sebuah integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa atau meditasi.

Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.

Kemudian hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan bahwa adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa. Diperlihatkan bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa atau meditasi berbeda dengan gambar (otak) dalam keadaan normal.

Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.

Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.

Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.

Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.

Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar dengan bijak adalah cermin kedewasaan

 

JTIE (Just Take It Easy) Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates