Friday, October 12, 2012

2 Bila Parapsikologi menjadi cabang ilmu pengetahuan

Ilustrasi


Kawan, dalam perjalanan keliling dunia maya hari ini, saya akhirnya singgah ke wikipedia karena tertarik ada sebuah halaman di wiki yang berbentuk gak karuan. Maksudnya, halaman tersebut jadi berisi perdebatan yang mulai tidak sehat antara pro dan kontra tentang suatu subjek, yang bentuk ulasan pro kontranya menjadi hanya satu halaman, bukan berbentuk "quote" seperti yang kita biasa temui di forum.
Hal ini menjadi aneh, karena ini page-nya wikipedia. Saya tidak akan membahas kenapa sampai adminnya wiki tidak memperhatikan itu, tetapi saya lebih tertarik tentang apa yang mereka bicarakan, yaitu tentang Parapsikologi.

Lengkapnya kawan dapat liat kekacauan page tersebut lagsung pada sumbernya : http://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan:Psikologi

Baiklah, saya juga tertarik kali ini saya ingin mengajak kawan semua mengulas (ikut-ikutan) tentang Parapsikologi. Dengan harapan dapat menciptakan alur diskusi, namun yang sehat loh sob. Bukan yang saling menjatuhkan, dan ada baiknya memang kita batasi cara pandangnya, agar tidak terjebak pada penghujatan, apalagi kepada sumber-sumber keyakinan atau agama tertentu. Gimana sob? Mantab kan?

Kita mulai...
Pertama, apa itu Parapsikologi
Sebelum ke situ, ada baiknya kita ungkapkan dulu definisi Psikologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya (Wikipedia)
Nah Parapsikologi diartikan sebagai cabang psikologi yang mempelajari sekelompok fenomena yang dikenal sebagai psi, sebuah istilah yang mengacu pada transfer informasi atau energi yang tidak dapat dijelaskan oleh mekanisme fisik atau biologis umum. Fenomena psi meliputi persepsi ekstrasensori (ESP), perolehan informasi tanpa mediasi oleh sistem sensorik (s), dan psikokinesis (PK), aksi dengan mediasi oleh sistem mor. ESP, pada gilirannya, diwujudkan oleh telepati (transferensi pikiran), clairvoyance (persepsi benda-benda yang tidak hadir di bidang sensorik), precognition (persepsi kejadian masa depan), dan postcognition (persepsi, sebagai lawan dari memori, dari peristiwa masa lalu). Parapsikologi digolongkan sebagai cabang Psikologi karena mempelajari mental (misalnya, persepsi) atau perilaku di alam. (Kihlstrom, F.J. 2000). Jadi menurut pakar, Parapsikologi adalah cabang dari ilmu Psikologi. 
Sampai disini kita stop dulu ya.

Masalahnya adalah, memasukkan parapsikologi menjadi salah satu cabang ilmu itu masih menjadi perdebatan. Tidak di Indonesia, tidak di seluruh dunia sekalipun. Perdebatan ini dimulai dari keinginan para praktisi supranatural untuk diakui eksistensinya dan pengetahuannya sebagai cabang ilmu, sekaligus mengusahakan agar semua yang terhubung dalam kegiatan tersebut menjadi masuk akal.
Pertanyaannya, apakah objek pengetahuan ini masuk akal?

Citra Prima, salah satu parapsikolog Indonesia


Kawan, sedikit saya masuk ke ranah agama, bukan untuk mengajak memperdebatkan, justru agar tidak ada yang mengaitkan lagi dengan ranah ini.. ("waw".. kok jadi serius gini.. hehe. Just take it easy sob)
Menurut agama yang ane anut (Islam), dan agama samawi yang saya ketahui (nasrani dan yahudi), dan saya pikir juga agama non samawi, dalam pokok keimanan agamanya, penganutnya diwajibkan mempercayai keberadaan makhluk ghaib, karena memang makhluk ini juga merupakan ciptaan Tuhan. Keberadaannya harus diyakini, tapi mempercayainya itu masalah lain. Dan yang menjadi pertanyaan disini adalah kebenaran manusia dapat melakukan interaksi dua arah, melihat, memanfaatkan, memberdayakan serta melakukan hubungan timbal balik antara keduanya. 
Tidak dapat dipungkiri, fenomena-fenomena abnormal sering kita saksikan di kehidupan sosial, sesuatu yang belum dapat dijelaskan dengan logika umum, namun mengingat ini adalah ranah cabang ilmu pengetahuan, pembuktian empiris menjadi mutlak diberikan. Ilmu pengetahuan loh, bukan klenik, sihir atau sesuatu yang sama dengan itu.

Nah, sekarang menurut pandangan dari beberapa penulis di Wikipedia.
Opini Kontra
Pernyataan bahwa parapsikologi merupakan salah satu cabang dari psikologi dipertanyakan keakuratannya dengan alasan:
  1. Beberapa sumber yang diajukan, belum ada yang secara eksplisit menyatakan bahwa parapsikologi adalah cabang dari psikologi, melainkan hanya menunjukkan kajian psikologi terhadap gejala-gejala yang juga dibahas oleh parapsikologi.
  2. American Psychological Association tidak memasukkan parapsikologi sebagai salah satu divisinya, demikian juga Himpunan Psikologi Indonesia tidak memasukkannya sebagai salah satu asosiasinya.
  3. Dalam artikel di en: tidak tercantum parapsikologi sebagai cabang psikologi, dan di artikel parapsychology tidak ada pernyataan sebagai cabang psikologi, bahkan dimasukkan ke dalam kategori pseudoscience.
Opini Pro
Parapsikologi keliru kalau dianggap sebagai pseudoscience sebab Parapsychological Association (organisasi parapsikologi) telah diakui sebagai science dan merupakan afiliasi American Association for the Advancement of Science (LIPI-nya Amerika Serikat) http://www.aaas.org/aboutaaas/ Parapsikologi memang berkembang pesat di negara-negara maju seperti di eropa, amerika serikat, peneliti parapsikologi bahkan dari berbagai disiplin ilmu lainnya, tidak hanya dari psikologi. Parapsikologi bahkan telah dimanfaatkan oleh negara maju misalnya untuk kepentingan intelejen, dsb (Kartoatmodjo, 1995).
Benarkan pernyataan bahwa parapsikologi tidak secara eksplisit disebutkan sebagai cabang psikologi? Mari kita lihat pernyataan dibawah ini However, there are other reasons. For me it is a question of reminding myself, and others, of the potential of humankind. It is greatly satisfying to participate in research as well as to teach students about what may be the most exciting possibilities of the human mind. It does not matter if we are talking about ESP scores in the lab or reports of spontaneous cases. Regardless of the final explanation we will be learning something about the abilities of the mind to process information in what now seem to us to be unconventional ways. This will certainly extend our current knowledge. Furthermore, I see parapsychology as part of the emerging field of positive psychology, a psychology devoted to growth and strengths, to positive abilities. (Aspinwall & Staudinger, 2003). Transpersonal psychology concerned with ultimate values (psi performance), unitive consciousness (clairvoyance, telepathy), mystical experience (clairvoyance, telepathy), spirit (non material force), cosmic consciousness (clairvoyance, telepathy, precognition), and transcendent phenomena (healing,ESP, miracles,prophecy), now parapsychology as part of transpersonal psychology (Tart, 2004) .


Perbedaan pro dan kontra diatas masih teramat panjang, namun poin yang ingin saya capai bukanlah tentang parapsikologi termasuk cabang ilmu atau bukan, karena semua ilmu tetap harus melewati metode yang harus diakui oleh masyarakat ilmu tentunya. Usaha untuk memasukkan parapsikologi ke dalam cabang ilmu akan menemui kebuntuan bila metode pembuktiannya hanya fenomena-fenomena yang dijelaskan dengan analisa, bukan bukti empiris. Parapsikolog harus bekerja lebih keras untuk mencapai pengakuan  bila memang pengakuan ini amat penting bagi mereka.
(Jadi teringat kasus yang sama di Indonesia ketika infotainment pengen dianggap jurnalis, padahal apa poinnya berita artis yah.. easy sob)

Nah, sebetulnya pengakuan tentang parapsikologi sudah jelas, meskipun dengan catatan bahwa mereka diharuskan terus melakukan penelitian sampai ditemukan suatu metode yang sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan tentunya. Usaha tersebut dinilai akan sangat panjang dan melelahkan, karena ini masalah ghaib bro. Agama saja membatasi kita untuk meneliti masalah ghaib ini, bukan karena Tuhan takut rahasianya terbongkar, tapi karena manusia tak akan mampu untuk itu.
Kekuatiran saya, bila suatu saat parapsikologi memang sudah diterima secara utuh sebagai salah satu cabang ilmu, maka para dukun menuntut pengakuan profesi selayaknya dokter, insinyur, polisi atau guru.

Bagaimana kawan? apa yang kawan pikirkan tentang ini?

Artikel terkait lain :
Anak indigo? Benarkah?







2 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kawan andri.

      Terimakasih tanggapannya.
      Info dari kawan yg pro merupakan wawasan dan pencerahan. Saya juga sdh mngutarakan semua perdebatan yg ada. Faktanya memang bhw parapsikologi sudah teregestri di cabang ilmu, walaupun usaha bagi parapsikolog kedepannya akan sangat keras utk pencarian bukti2 fakta2 ilmiah sesuai konsep keilmuan.

      Bagaimana kawan!

      Delete

Berkomentar dengan bijak adalah cermin kedewasaan

 

JTIE (Just Take It Easy) Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates