Monday, October 29, 2012

0 Dalam pesona pulau Belitung


Pulau Belitung, beberapa tahun belakangan ini menjadi pusat perhatian, ketika film Laskar Pelangi yang diadopsi dari novel best seller karya Andea Hirata booming, pulau Belitung dengan sendirinya ter-promosi-kan hingga ke manca negara. Sebenarnya dalam film tersebut secara khusus memang bukanlah film promo yang mengandung ajakan berwisata ke pulau Belitung, namun sedikit pemandangan yang melintas ditambah efek film yang dramatis, muncullah keingintahuan dari penonton film, apakah pulau Belitung memang sebagus yang di film?

Bukan karena saya kelahiran Belitung kawan, namun bila diharuskan jujur sebagai orang yang sering bepergian ke hampir seluruh wilayah Indonesia, saya akan katakan, Anda tidak akan pernah melihat pulau yang lebih indah dari pulau ini. Sungguh, saya gak perlu boong, saya juga gak dibayar untuk mempromosikan pariwisata disini. hehe.. (eit..!! ada yang bilang "ya, iya lah, pulau kelahirannya... awas).

Objek yang seringkali  ditawarkan (seperti juga wisata pulau lainnya di dunia) adalah pantai. Yang menjadi ciri khas pantai Belitung dibanding dengan pantai lainnya adalah susunan bebatuan granit yang berukuran sangat besar, yang cerderet-deret di pinggir pantai. Pasir putih (kandungan kuarsa tinggi) secara umum memberikan warna pada seluruh pantai di Pulau Belitung, itulah kenapa di Belitung tidak ada nama pantai Pasir Putih, karena semua pasir pantai di Belitung berwarna putih.
Bagi yang menyukai snorkling, di Belitung ada banyak sekali destinasi pulau-pulau karang yang belum terjamah (tidak seperti di Bangka yang sudah banyak dirusak oleh penambangan kapal isap). Dan bagi fotografer, sejauh pengetahuan saya, Anda tidak pernah kehabisan objek foto. Kata web tetangga sih, Belitung sudah menjadi salah satu tujuan fotografi yang paling sering dieksplorasi oleh fotografer seluruh dunia.

Sedikit kekurangan dari kondisi pantai Belitung adalah kurangnya ombak, sehingga untuk penggemar surfing, pantai Belitung tidak dapat dijadikan tujuan ber-surfing ria. Apa boleh buat, memang adanya begitu.

Baiklah, secara runtut saya akan buat sedikit ulasan tentang keadaan pulau Belitung sejauh pengetahuan saya. Hal ini mungkin dapat dijadikan gambaran umum bagi kawan yang ada terbersit keinginan untuk mengunjungi Belitung namun masih kebingungan.

1. Letak Geografis
Pulau Belitung terletak di Utara Jawa, antara Kalimantan Barat dan pulau Bangka.Satu pulau yang terletak di Laut China Selatan.
Belitung, sumber : Googlemap
Bila Anda ketik keyword Belitung di Google map, maka akan langsung tertuju pada tampilan ini. Pulau Belitung ada di kotak hitam tengah gambar, posisinya membelah jarak Jakarta dan Singapura menjadi dua bagian, dan juga membelah antara Kalimantan dan Sumatera menjadi dua bagian.
Jarak dari Jakarta ke Pulau Belitung dapat ditempuh dengan pesawat udara dalam waktu 50 menit, dan jangan kuatir, penerbangan ke pulau ini dari Bandara Cengkareng dapat mencapai 7 kali penerbangan dari 3 - 4 maskapai penerbangan setiap harinya.So just take it easy boi, Anda gak kan kesulitan untuk menuju pulau ini.

2. Sosial Budaya, Sejarah dan Pemerintahan
Saya yakin, ketika kita berbicara tentang wisata, mungkin banyak yang tidak terlalu tertarik dengan hal ini. Namun ada baiknya saya ceritakan sedikit agar menambah wawasan, Karena setahu saya, untuk membicarakan hal ini, bahkan beberapa penulis sudah membuat buku yang sangat tebal, jadi yang saya ceritakan disini hanya sedikit sekali.
Secara sejarah, Belitung dahulu merupakan kepulauan yang mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Mulai Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit sampai menjadi daerah taklukan Palembang.
Kerajaan lokal yang pernah berdiri yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Geresik sebagai raja pertama, Kerajaan Balok dengan raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja'kub, dan Kerajaan Balok Baru yang pemerintahannya dipegang oleh Kiai Agus Gending. Ada pula tercatat kerajaan lainnya (skala lebih kecil) yaitu Kerajaan Belantu dengan rajanya yang terakhir bernama KA. Umar, dan Kerajaan Buding dengan  Rajanya bernama Datuk Kemiring Wali Raib
Pada abad ke-17, Pulau Belitung menjadi jalur perdagangan dan merupakan tempat persinggahan kaum pedagang. Dari sekian banyak pedagang, yang paling berpengaruh adalah pedagangn Cina dan Arab. Pedagang-pedagang Cina masuk ke Pulau Belitung kira-kira tahun 1293, sebuah armada Cina dibawah pimpinan Shi Pi, Ike Mise dan Khau Hsing yang sedang mengadakan perjalanan ke Pulau Jawa terdampar di perairan Belitung.
Pada tahun 1668, sebuah kapal Belanda bernama 'Zon De Zan Loper', dibawah pimpinan Jan De Marde, tiba di Belitung. Mereka merapat di sungai Balok, yang saat itu merupakan satu-satunya bandar di Pulau Belitung yang ramai dikunjungi pedagang asing
Tanggal 18 September 1821, Pulau Belitung masuk dalam wilayah kekuasaan Inggris (meskipun secara de facto terjadi pada tanggal 20 Mei 1812). Oleh Residen Inggris di Bangka, diangkat seorang raja siak untuk memerintah Belitung, karena di pulau kecil ini sering terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh tetua adat. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Jenderal Kerajaan Inggris tanggal 17 April 1817, Inggris menyerahkan Belitung kepada Kerajaan Belanda. Selanjutnya atas nama Baginda Ratu Belanda, ditunjuk seorang Asisten Residen untuk menjalankan pemerintahan di Pulau Belitung

Pemerintahan di Belitung sejak tahun tahun 2003 terbelah menjadi 2 kabupaten (sebelumnya hanya satu kabupaten), yaitu Kabupaten Belitung yang ibukota Tanjungpandan dan Kabupaten Belitung Timur dengan ibukotanya Manggar. Kabupaten Belitung masih dipimpin oleh Ir. Darmansyah husein, yaitu bupati terpilih 2 periode yang sebelumnya juga menjabat bupati sebelum pulau Belitung menjadi dua kabupaten. Belitung Timur dipimpin oleh Dr. Basuri T. Purnama (ya.. adeknya Ahok). Ia terpilih setelah pilkada ke-2 setelah sebelumnya jabatan bupati dijabat oleh kakaknya hanya yang 1,5 tahun saja.

Sosial budaya di Pulau Belitung berakar pada budaya Melayu pesisir, dengan penduduk terbesar adalah suku Melayu (hampir 80%) ditambah dengan suku lain seperti Bugis, Jawa, Batak, Keturunan Tionghua dll.
Hampir 90% penduduk belitung memeluk agama islam. Agama dan kepercayaan yang lain adalah katolik,
parotestan, budha dan konghucu. Harmonisasi antar umat beragama cukup dapat dirasakan dalam kehidupan sehari- hari.
Rumah Adat Belitung, Suber : Detik
3. Tujuan Wisata
Ada banyak tujuan wisata di Belitung, namun tempat terpavorit adalah pantai dan segala pendukungnya. Dari beberapa pantai yang amat direkomendasikan dengan tingkat kunjungan paling tinggi adalah;

Pantai Tanjongtinggi
Sebuah pantai yang terletak di kecamatan sijuk, berjarak sekitar 30 km dari kota Tanjung Pandan, dengan area seluas kurang lebih 80 Ha. Lokasi ini dapat ditempuh dari tanjung pandan selama 45 menit.
Kontur pasir yang putih bersih dihiasi oleh susunan batuan granit yang sangat besar, dapat mencapai tinggi 10 - 15 meter ditepian dan dilepas pantai. Tanjung tinggi sangat cocok untuk berjemur, memancing, menyelam, berenang, bermain jetski atau bahkan bermain diatas pasir di tepian pantai bersama keluarga. Di wilayah pantai juga tersedia tempat-tempat wisata kuliner (restoran pantai), dengan cita rasa khas Belitung yang didominasi oleh menu-menu laut.
Berfoto di bebatuan granit yang tinggi. Salah satu lokasi shuting favorit Laskar Pelangi. Di Tanjongtinggi
Pantai Tanjongpendam
Adalah sebuah pantai/taman kota, berada di dalam kota Tanjungpandan. Sebuah pantai favorit bagi seluruh penduduk lokal. Di pantai ini disediakan seluruh fasilitas, baik untuk bermain anak-anak, wisata kuliner, panggung pertunjukan, lapangan futsal, hutan kota, lapangan serbaguna, kafe dan lain-lain. Bahkan telah tersedia hotel berbintang bagi wisatawan yang ingin menginap di lokasi tersebut. Hal yang paling menarik dari tempat ini adalah pemandangan sunset di sore hari. Angle yang paling baik bagi seorang fotografer untuk menangkap momen sunset.

Beautiful sunset at Tanjongpendam

Pantai Bukit Berahu
Bukit berahu adalah nama sebuah resort yang berlokasi didesa Tanjung binga sekitar 18 Km dari Tanjung Pandan. Resort yang terdiri atas beberapa cottage di tepi pantai, kolam renang dan restoran yang dibangun diatas sebuah bukit kecil ditepi pantai. Tempat ini menawarkan panorama dari sudut pandang tinggi di atas bukit. Cottage dirancang dari kayu dengan gaya khas tradisional dengan pemandangan pasir putih yang dihiasi bebatuan granit dan menyaksikan perahu nelayan yang melintas di saat sunset.
Bungalow tepi pantai di Bukit Berahu


Pantai Tanjong kelayang
Terletak di kecamatan sijuk sekitar 27 Km dari Tanjungpandan. Memiliki pesisir sepanjang ±1,5 Km meliputi area seluas 60 Ha. Tanjung Kelayang memiliki karakteristik pantai berpasir putih dan laut biru yang tenang dengan panorama pohon kelapa disepanjang pesisirnya. Sangat baik untuk berenang atau berjemur diantara batuan granit.
Batu ini yang dinamakan batu Burung Kelayang, di Tanjong Kelayang

Pulau Lengkuas
Pulau berdekatan dengan pantai Tanjungkelayang. Jarak tempuh menuju pulau tersebut memakan wakatu 30 menit menggunakan perahu nelayan yang disewakan. Dalam perjalanan menuju ke pulau akan terpampang panorama perairan yang menakjubkan berupa taman laut, pulau- pulau kecil serta sembulan bebatuan besar dan kecil berada diatas permukaan air laut yang tenang dan bening (Gambar cover di atas adalah salah satu pemandangan yang terlihat dalam perjalanan menuju Pulau Lengkuas, asik kan??). Pada bulan-bulan tertentu, kita beruntung dapat melihat terumbu karang secara jelas. Sangat ideal untuk olahraga diving dan memancing. Di atas pulau terdapat sebuah mercusuar yang masih berdiri tegak peninggalan VOC sejak tahun 1882, yang sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik.
Mercusuar di Pulau Lengkuas


Masih banyak destinasi wisata di pulau Belitung, yang saya sebutkan beberapa di atas hanyalah tempat-tempat yang paling populer. Namun begitu, tidak ada salahnya kita melakukan eksplorasi lagi pada tempat-tempat yang lain, karena sebetulnya masih banyak tempat-tempat yang harus dikunjungi, terlebih bagi mereka-mereka yang menyukai perjalanan.
Tempat-tempat lain yang juga direkomendasikan antara lain :
a. Kampung nelayan Tanjungbinga,
sentra produk laut seperti ikan segar, kepiting, udang, lobster dan ikan asin untuk oleh-oleh. Kita dapat membelinya langsung dari nelayan setempat
b. Lor In
Tempat penginapan dengan konsep cottage di tepi pantai dekat dengan pantai Tanjungtinggi, favorit wisatawan asing
c. Wisata budaya
Tradisi warga keturunan Cina, kuil dan acara-acara di hari besar Cina.
Kampung Bali lengkap dengan tradisinya.
Tradisi asli masyarakat Melayu Belitung juga berkenaan dengan acara-acara keagamaan dan acara-acara adat
d. Wisata pegunungan,
Gunung Tajam, salah satu pegunungan yang memiliki air terjun, menjadi favorit bagi wisata petualangan.
e. Wisata Laskar pelangi
Yaitu wisata kilas balik pembuatan dan cerita dari film laskar pelangi. Kita dapat mengunjungi lokasi syuting, bahkan jika beruntung Anda akan dapat menemui para pemeran film LP.
Lokasi Shooting Laskar Pelangi, Insert; Ibu Muslimah Asli
 f. Warung Kopi
Suatu lokasi di Manggar yang terdapat banyak sekali warung kopi. Konon ucapan Alm. Mbah Surip "I Love you full.." itu berasal dari sini saat dia melihat begitu banyaknya warung kopi. Penjualan kopi di sini pernah tercatat di recor MURI sebagai tempat penjualan kopi terbanyak, dalam sehari dapat menjual hingga 16.000 gelas. Waw..

4. Hotel dan Penginapan
Saat ini sudah tersedia begitu banyak penginapan dan hotel di pulau Belitung. Dari kelas melati hingga berbintang. Ada baiknya saya share link Hotel dan penginapan Belitung (dari Web Kabupaten Belitung) sebagai panduan lengkap. Intinya, penginapan tidak akan jadi masalah buat Wisatawan.

Bila di antara Anda ada yang berminat untuk melakukan perjalanan ke pulau Belitung, dapat menghubungi kami dengan email atau pun komentar di sini. Sebaiknya perjalanan dapat dilakukan secara beramai-ramai, minimal 5 orang. Hal itu dapat memhemat cost, karena dalam perjalanan kita harus menyewa alat transportasi dan sebagainya. Lagi pula bila berwisata sendiri-sendiri kan banyak bengongnya.. hehe.
disamping itu siapkanlah waktu paling tidak selama 4 malam, karena menurut pengalaman beberapa rekan, waktu yang kurang dari waktu 4 malam hanya membuat perjalanan wisata kawan menjadi terburu-buru. Tidak akan banyak tempat yang dikunjungi serta terlalu melelahkan.

Bagaimana kawan? Siapkanlah waktu kawan, baik bersama keluarga maupun bersama teman-teman untuk melancong ke Pulau Belitung. Saya tidak menetapkan tarif apapun untuk perjalanan Anda, hanya semua beban yang timbul dalam perjalanan Anda saja, untuk itu akan dibicarakan secara terbuka. Kita dapat memberikan konsultasi tentang berapa beban biaya yang akan muncul, agar kawan dapat menentukan pilihan-pilihannya nanti.
Penting juga untuk membuat schedule perjalanan agar dapat dilakukan secara efektif, kami juga akan bantu untuk itu.

Baiklah, selamat memikirkan planing untuk berkunjung ke pulau Belitung..




0 comments:

Post a Comment

Berkomentar dengan bijak adalah cermin kedewasaan

 

JTIE (Just Take It Easy) Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates