Wednesday, November 7, 2012

0 Manusia dapat "mencium" rasa takut dan rasa jijik?

Ilustrasi Penciuman, sumber : http://www.mediaindonesia.com
Manusia dapat mencium rasa takut dan rasa jijik, dan mengkomunikasikan emosi tubuh melalui penciumanannya, demikian menurut sebuah studi baru.

Temuan yang dipublikasikan pada 5 November lalu di dalam jurnal Psychological Science, menunjukkan bahwa manusia berkomunikasi melalui bau seperti hewan lainnya.

"Temuan ini bertentangan dengan asumsi umum bahwa komunikasi manusia berjalan secara eksklusif melalui bahasa atau saluran visual," tulis GUN Semin dan rekan dari Universitas Utrecht di Belanda.

Sebagian besar hewan dapat berkomunikasi menggunakan bau, tetapi karena manusia tidak memiliki bau yang sama dengan organ penginderaan, maka para ilmuwan berpikir bahwa manusia telah lama kehilangan kemampuannya untuk mencium perasaan takut atau emosi lainnya.

Untuk mengetahui itu, tim melakukan pengujian dengan mengumpulkan keringat bawah ketiak dari 10 laki-laki disaat mereka sedang menyaksikan film, baik dari jenis film yang menakutkan (film horor "The Shining") maupun dari sebuah klip yang menjijikkan dari MTV ("Jackass.")

Selanjutnya, para peneliti meminta 36 orang wanita untuk melakukan tes visual, dengan kondisi mereka tidak sadar sedang menghirup aroma keringat pria. Lalu saat wanita-wanita tersebut mengendus "keringat takut," terlihat mereka membuka mata lebar-lebar dengan ekspresi ketakutan. Hal tersebut diulang untuk keringat berbau dari pria yang menyaksikan film menjijikkan, terlihat mengernyitkan wajah dengan ekspresi meringis jijik. (Tim memilih laki-laki sebagai donor keringat dan perempuan sebagai penerima karena penelitian terakhir menunjukkan perempuan lebih sensitif terhadap aroma laki-laki daripada sebaliknya.)
 

Dengan penelian tersebut, menunjukkan bahwa manusia dapat berkomunikasi setidaknya beberapa emosi melalu penciuman bau, yang mungkin saja dapat berguna pada aplikasi sosial atau pun penelitian-penelitian.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa emosi kemo-sinyal dapat menjadi kontributor potensial untuk penularan emosional dalam situasi yang melibatkan orang banyak," tulis para penulis dalam penelitian tersebut.


Ada-ada aja.. :)

Sumber :

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar dengan bijak adalah cermin kedewasaan

 

JTIE (Just Take It Easy) Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates