Monday, November 19, 2012

0 Wifox mengklaim dapat meningkatkan kecepatan akses wifi 700 persen

Wifox mengklaim dapat meningkatkan kecepatan akses wifi 700 persen
Kawan, Apa jadinya bila saat ini kita tidak memiliki jaringan wifi. Bayangkan seperti masa lalu kita hanya bisa melakukan koneksi internet di warnet, atau bagi yang sedikit berada, bisa melakukannya di rumah. Masa kini menuntut semuanya serba cepat dan tidak terikat dimensi, orang-orang bahkan sudah melakukan pekerjaan mereka dari jalan, dari tempat-tempat publik bahkan sambil berjemur di pantai. Semua karena telah tersedianya jaringan wifi di banyak tempat. Orang saling terkoneksi dari berbagai belahan bumi karena wifi.

Perkembangan teknologi wifi semakin hari semakin pesat, tidak hanya speed yang semakin kencang, namun luas cakupannya pun semakin luas. Bagi pengguna perangkat bergerak (mobile), jaringan wifi merupakan hal yang membuat pekerjaan menjadi jauh lebih mudah, orang tidak perlu kehilangan waktu berharga mereka. Namun, akses ke Internet melalui jaringan wifi juga harus berlomba dengan semakin meningkatnya pengguna, karena hal ini dapat membuat kecepatan akses menjadi berkurang. Indonesia merupakan pangsa pasar 5 besar untuk perangkat / gadget smartphone dan komputer tablet di dunia, dan kita sangat punya masalah dengan ini.

Dalam perkembangannya sekarang, penelitian sudah mulai mengarah pada penyelesaian masalah seperti ini. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari North Carolina State University (NCSU), mereka telah mengembangkan sebuah software yang mampu mengatasi masalah penurunan kecepatan akses akibat semakin banyaknya pengguna perangkat mobile. Teknologi tersebut dinamakan dengan WiFox. Software yang secara instan dapat diinstal di jaringan akan mengatasi masalah melambatnya kecepatan koneksi pada lingkungan Wi-Fi yang sedang dipakai banyak orang. Peningkatan throughput yang dapat dicapai sampai dengan 700 persen.

Penurunan kinerja Wifi ketika penggunanya banyak, itu disebabkan oleh koneksi antara komputer pengguna dengan access point hanya menggunakan satu channel yang digunakan dua arah, pengiriman dan penerimaan data dari komputer ke access point. Bila diibaratkan jalan raya yang hanya memiliki satu jalur yang digunakan untuk dua arah mobil, hal ini menjadi rawan bagi terjadinya kemacetan.

Bila sejumlah besar pengguna mengirim permintaan data,  maka channel akan penuh dan acces point akan menghadapi hambatan untuk mengirim data kembali ke pengguna. Makin banyak pengguna makin ramai lalu lintas data pada channel, sehingga makin turun kinerja jaringan.
Software WiFox mengatasi masalah ini. Software memonitor lalu-lintas data pada channel Wifi dan memberikan prioritas kepada access point untuk mengirim data bila terjadi backlog data. Prioritas yang diberikan tergantung pada ukuran backlog, semakin besar semakin tinggi prioritasnya. Gambarannya, software beraksi seperti halnya polisi lalu-lintas, WiFox menjaga lalu-lintas data agar mengalir lancar di kedua arah.

Sekelompok peneliti dari NCSU telah menguji WiFox di jaringan Wi-Fi yang dapat menangani 45 pengguna di lab mereka. Hasilnya, semakin banyak pengguna yang memakai jaringan, semakin tinggi througput datanya. Peningkatannya mulai dari 400 persen dengan 25 pengguna dan sampai 700 persen bila 45 pengguna memanfaatkan jaringan tersebut. 

Arpit Gupta, seorang mahasiswa PhD di computer science NCSU, sumber http://hothardware.com
Dari hasil pengujian, tim peneliti berkesimpulan bahwa respon terhadap permintaan pengguna rata-rata empat kali lebih cepat daripada di jaringan Wi-Fi yang tidak menggunakan software. Menariknya lagi, WiFox dapat dipaket sebagai software update yang dapat diinstal di jaringan Wi-Fi yang sudah ada. 

“WiFox dapat dipasang tanpa membongkar sistem,” kata Arpit Gupta, seorang mahasiswa PhD di computer science NCSU, seperti dikutip oleh siaran pers NCSU.
Gupta merupakan lead author untuk paper yang menjelaskan cara kerja WiFox. Paper tersebut akan dipresentasikan pada ACM CoNEXT 2012, konferensi yang diselenggarakan di Nice, Perancis, pada 10-13 Desember 2012 mendatang.


Nah kawan, masalah satu telah selesai, kita tunggu masalah lainnya. Semua masalah akan selalu ada solusinya, itulah gunanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya saja, kenapa hal tersebut tidak dikaji di negara kita. Masa' hanya bengong nunggu peneliti luar menyelesaikan masalah kita. Kalo gak ada solusi ya sudah, terima saja... hehe..

Sebarkan semangat penguasaan teknologi... Piss..




0 comments:

Post a Comment

Berkomentar dengan bijak adalah cermin kedewasaan

 

JTIE (Just Take It Easy) Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates