Tuesday, September 4, 2012

0 PT. Timah mengatakan Koba Tin diberikan pilihan pertambangan

PT. Koba Tin (Photo taken by Acha)



Agustus 13 (Reuters) - Perusahaan pertambangan timah terbesar di Indonesia PT Timah, telah diminta oleh pemerintah untuk mengambil alih operasi dari kepemilikan perusahaan patungan yang dipimpin Malaysia, PT Koba Tin, bila kontraknya berakhir pada 2013, demikian yang disampaikan oleh seorang pejabat di BUMN.Indonesia sebagai eksportir terbesar dunia logam timah, mengumumkan serangkaian aturan pertambangan yang baru tahun ini termasuk ketentuan yang membatasi kepemilikan asing di pertambangan untuk tidak lebih dari 49 persen setelah 10 tahun produksi.PT. Koba Tin, yang juga terlibat dalam peleburan, pengolahan dan pemasaran timah, beroperasi di bawah kontrak karya (KK) di Indonesia dengan sistem lisensi, memiliki total luas 41.680 hektar di Bangka-Belitung, daerah penghasil timah terbesar di Indonesia."Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada ekstensi untuk Koba Tin dan itu adalah permintaan dari pemerintah bahwa PT Timah harus siap untuk mengambil alih," kata Sekretaris Perusahaan PT. Timah, Agung Nugroho, kepada Reuters dalam email. "Tapi belum ada kesepakatan sama sekali saat ini."Koba Tin, perusahaan patungan 75 persen dimiliki oleh Malaysia Smelting Corporation (MSCB.KL) dan 25 persen oleh PT Timah. Bulan lalu, juru bicaranya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kontrak akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2013, tetapi perusahaan telah mengajukan permohonan perpanjangan sepuluh tahun dan sedang menunggu tanggapan dari pemerintah Indonesia.Malaysia Smelting Corporation telah menyatakan akan mengurangi kepemilikan saham di Koba Tin hingga 30 persen, dengan 70 persen sisanya merupakan milik orang Indonesia.Awal tahun ini, demonstran memblokir ekspor Koba Tin karena sengketa gaji.Menurut website mereka, PT. Timah saat ini memiliki hak penambangan timah untuk 522.460 hektar di dan di sekitar Bangka-Belitung.
Total ekspor timah Indonesia tahun 2011, terutama digunakan dalam solder untuk elektronik, naik hampir 4 persen menjadi 96,019.76 ton dari produksi awal saat berdiri di sekitaran 56.000 ton.

Bemban Dredge, Kapal Keruk milik PT. Koba Tin (Photo taken by Acha @2012)
Koba Tin adalah yang perusahaan pertambangan terbesar ke-11 sebagai produsen timah olahan dengan produksi pada tahun 2010 mencapai 6.644 ton.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar dengan bijak adalah cermin kedewasaan

 

JTIE (Just Take It Easy) Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates